Jumat, 24 Juli 2015

Give up

I give up. I have been trying to make you reach your dreams. But , you never appreciate what I have done . I am only ordinary human. My spirit isn't always high . I also need passion to reach my dream . I am very tired. Maybe I can't help you reach your dreams . I also can't give the spirit again . Understood , I'm tired . actually to see the passion that you have to reach your dream, it can become a passion for me . but I do not see the spirit of yourself . I see from you only complaint and despair . just once, give me the spirit of the spirit which is on you to reach your dreams . If only you knew. I desperately need it , not others.

Senin, 20 Juli 2015

Transpirasi



LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN


A. JUDUL                             : TRANSPIRASI
B. TUJUAN                           : Untuk mengetahui faktor-faktor yang                                                                   mempengaruhi laju transpirasi.
C. KAJIAN PUSTAKA       :
1. Pengertian Transpirasi
            Transpirasi adalah proses hilangnya air dari tubuh tumbuhan dalam bentuk uap air. Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel-sel mesofil kerongga antarsel yang ada dalam daun. Penguapan air kerongga sel antar sel akan terus berlangsung sampai rongga antar sel jenuh dengan uap air. Sel-sel yang menguap kan air nya kerongga antar sel tentu akan mengalami kekurangan air sehingga potensial air nya menurun. Kekurangan air ini akan diisi oleh air yang berasal dari xylem tulang daun yang selanjutnya tulang daun akan menerima air dari batang dan batang menerima dari akar.
Kebanyakan air yang hilang sebagai uap dari suatu daun menguap kepermukaan dinding epidermis bagian dalam yang basah dan mesofil yang berdekatan dengan rongga-rongga di bawah stomata, dan hilang keudara melalui pori stomata ( transpirasi stomata). Air juga hilang melalui transpirasi kutikula, yang walaupun perimbangannya dapat diabaikan terhadap transpirasi total pada tanaman yang cukup air dengan stomata terbuka, mungkin penting pada tumbuhan yang mengalami cek aman dengan stomata tertutup, biar pun jumlah kehilangan nya sedikit.
Banyak nya air yang menghilang melalui transpirasi bertujuan untuk membesarkan tanaman karena rangka molekul semua bahan organic pada tumbuhan  terdiri dari atom karbon yang harus diperoleh dari atmosfer.  Karbon  masuk ke dalam tumbuhan sebagai CO2 melalui pori stomata yang paling banyak di permukaan daun  dan air keluar secara difusi melalui pori yang sama saat stomata terbuka. Organ tumbuhan yang paling utama dalam melaksanakan proses transpirasi adalah daun, karena pada daun banyak dijumpai stomata yang membantu meningkatkan laju angkutan air dan garam mineral serta mengatur suhu tubuh dengan cara melepaskan kelebihan panas dari tubuh dan mengatur turgor optimum di dalam sel. Namun air juga dapat di transpirasi kan melalui kutikula maupun lentisel. Transpirasi ini sangat penting bagi tumbuhan, karena berperan dalam membantu meningkat kan laju angkut air dan garam mineral, mengatur suhu tubuh dengan cara melepaskan kelebihan panas dari tubuh, dan mengatur turgor optimum di sel.
Beberapa faktor yang memepengaruhi transpirasi antara lain adalah :
a.    Cahaya.
Stomata akan membuka jika terdapat cahaya dan akan menutup jika dalam keadaan gelap. Jika cahaya nya kuat maka akan mempercepat transpirasi, karena cahaya mengandung panas yang dapat menaikkan temperatur. Kenaikan temperature sampai batas tertentu menyebab kan melebarnya stomata.
b.      Temperatur.
Tumbuhan akan lebih cepat bertranspirasi jika temperature atau suhunya tinggi. Hal ini dikarenakan naik nya temperature akan menambah tekanan uap di dalam daun dan juga akan menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi tekanan yang ada di luar daun tidak setinggi tekanan yang ada di dalam daun sehingga uap air akan berdifusi ke udara bebas (luar daun).
c.       Kelembaban.
Kelembaban menunjukkan banyak sedikit nya uap yang terkandung di udara. Makin banyak uap air yang ada di udara maka akan semakin kecil perbedaan tekanan uap air dalam rongga daun dengan di udara, sehingga laju transpirasi akan lambat dan begitu pula sebaliknya.
d.      Angin.
Pada umumnya angin akan meningkatkan kecepatan transpirasi karena angin membawa pindah uap air yang berkumpul di dekat stomata, sehingga laju transpirasi akan meningkat karena uap air yang ada di dalam daun akan berdifusi keluar dengan cepat.
e.       Keadaan air tanah.
Laju transpirasi sangat bergantung pada adanya air dalam tanah, karena setiap air yang hilang harus diganti. Berkurangnya air dalam tanah akan menyebabkan berkurangnya pengaliran air ke daun, dan hal ini akan menghambat laju transpirasi.





2. Peranan dan Manfaat Transpirasi
1. Transpirasi memberikan manfaat sebagai penunjang pengangkutan mineral, mempertahan kan turgiditas optimum dan menghilangkan sejumlah besar panas dari daun. Mineral yang di serap kedalam akar bergerak keatas tumbuhan dengan cara tertentu dalam arus transpirasi, yaitu aliran air melalui xylem akibat transpirasi.
2. Transpirasi yang terjadi membantu penyerapan mineral dari tanah dan pengangkutan nya dalam tumbuhan. Sebagai contoh hasil penelitian menunjukan Kalsium dan Boron di jaringan tampak sangat peka terhadap laju transpirasi. Tumbuhan yang ditanam dalam rumah kaca yang mempunyai kelembaban tinggi dan udara yang kaya CO2 (membuat stomata cendrung tertutup) dapat menampakan kekahatan (kekurangan) kalsium pada jaringan tertentu.
3. Sebaliknya transpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan meningkatnya beberapa unsur tertentu, mencapai jumlah kadar yang meracuni.
4. Selain itu peranan transpirasi dalam tumbuhan untuk menurunkan suhu atau mendinginkan daun. Daun yang tidak melakukan transpirasi akan lebih panas beberapa derajat. Perubahan suhu dari daun menunjukan adanya pertukaran energy dari daun dan lingkungan nya.




D. PELAKSANAA PRAKTIKUM
1. WAKTU DAN TEMPAT
a. Waktu          : 14 Desember 2013 pukul 11.00 -13.00 WIB
b. Tempat        : Laboratorium Biologi Program Studi Pendidikan Biologi                                          FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.  
2. ALAT DAN BAHAN
a. Alat             : Labu Erlenmeyer, carter, neraca digital, pipet serologis.
b. Bahan          :Alkohol, vaselin, air, tanaman bunga pacar.
3. CARA KERJA
1. Ukur tanaman pacar sepanjang ± 20 cm. Kemudian potong batang secara  menyerong.
2. Timbanglah air yang ada didalam labu Erlenmeyer, seberat 100 gr,           masukkan tumbuhan pacar air kedalam labu Erlenmeyer yang berisi air        melalui celah sumbat gabus.
3. Oleskan vaselin pada celah-celah mulut labu Erlenmeyer.
4. Timbang kembali labu Erlen meyer yang berisikan air dan tumbuhan pacar,  
kemudian masukkan kedalam lemaries selama 4 Ë£ 15 menit (1                      jam).
5. Setiap 4 ˣ 15 menit, timbang berat labu Erlenmeyer tersebut.
E. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. HASIL PRAKTIKUM
Tabel E.1 Hasil laju Transpirasi
No.
Perlakuan
Berat awal
Berat 1
Berat 2
Berat 3
Berat 4
Rata-rata
1.
Ruangan terbuka
173,3
173,2
173,1
172,6
172,1
172,75
2.
Angin
174,3
174,1
174,0
173,9
173,7
173,925
3.
Lampu pijar
183,7
183,6
183,5
183,3
183,2
183,4
4.
Tanpa cahaya
193,3
193,2
193,1
193,0
193,0
193,075
5.
Suhu (es)
178,3
178,3
178,3
178,3
178,3
178,3
6.
Inkubator
189,4
189,0
188,7
188,4
188,1
188,5
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2013)

2. PEMBAHASAN :
Pada praktikum ini digunakan bahan berupa tumbuhan Impatiens balsamina untuk mengukur kecepatan transpirasi daun secara tidak langsung dengan mengukur kecepatan absorpsi airnya. Tumbuhan ini di potong menyerong terlebih dahulu, dengan alasan potongan yang serong dapat membuka pori-pori batang menjadi lebih lebar sehingga proses absorbsi lebih mudah di lakukan.
Pada perlakuan Angin dengan berat awal 174,3 g. Didapatkan laju transpirasi dengan selisih 0,2 dan 0,1 setiap 15 menit. Dari perlakuan ini dapat dianalisa bahwa laju transpirasi di pengaruhi oleh angin. Angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Angin menyapu uap air hasil transpirasi sehingga angin menurunkan kelembanan udara diatas stomata, sehingga meningkatkan kehilangan berat air. Namun jika angin menyapu daun, maka akan mempengaruhi suhu daun. Suhu daun akan menurun dan hal ini dapat menurunkan tingkat transpirasi.
Pada perlakuan lampu pijar dengan berat awal 183,7 g. Intensitas cahaya 0,6 kandela. Didapatkan laju transpirasi dengan selisih 0,1 setiap 15 menit nya. Pada perlakuan ini dapat dianalisa bahwa cahaya merupakan faktor yang mempengaruhi laju transpirasi. Cahaya memepengaruhi laju transpirasi melalui dua cara pertama cahaya akan mempengaruhi suhu daun sehingga dapat mempengaruhi aktifitas transpirasi dan yang kedua dapat mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-tutupnya stomata.
Pada perlakuan tanpa cahaya dengan berat awal 193,3 g. Didapatkan laju transpirasi 0,1 setiap 15 menit nya. Pada perlakuan ini masih dapat terjadi nya laju transpirasi meskipun dalam keadaan tanpa cahaya. Dari hasil tersebut dapat dianalisa bahwa terjadinya laju transpirasi perlakuan ini di pengaruhi oleh beratnya bobot tanaman yang di pakai. Semakin berat bobot tanaman maka laju adsorbsi semakin meningkat,dan laju transpirasi pun terjadi.
Pada perlakuan suhu es dengan berat awal 178,3 g. Suhu nya 120 C dan kadar air di dalam labu erlenmeyer tak berkurang (tidak terjadinya laju transpirasi). Dari perlakuan ini dapat dianalisa bahwa suhu mempengaruhi laju transpirasi. Suhu yang dingin membuat mulut stomata tertutup sehingga tidak dapat terjadinya laju transpirasi.
Pada perlakuan dalam inkubator dengan berat awal 189,4 g. Suhu 400 C terajdi selisih laju transpirasi sebesar 0,5 g setiap 15 menit. Perlakuan ini merupakan perlakuan yang mengalami laju transpirasi paling besar. Hal ini di pengaruhi oleh tingginya suhu yang di gunakan. Pengaruh temperatur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu di dalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air di luar daun. Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan temperatur itu sudah tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak didalam ruang yang terbatas maka tekanan uap tidak akan setinggi tekanan uap yang terkurung di dalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. Kenaikan suhu cenderung untuk meningkatkan penguapan air sebesar dua kali. Dalam hal ini akan sangat mempengaruhi tekanan turgor daun dan secara otomatis mempengaruhi pembukaan stomata.
Pada perlakuan ruangan terbuka dengan berat awal 173,3 g. Ukuran intensitas cahaya 0,5 kandela. Didapatkan laju transpirasi dengan selisih 0,1 pada 15 menit pertama dan kedua. 0,5 pada menit ke tiga dan keempat. Dari perlakuan ini dapat di ambil analisa  bahwa sedikit  laju transpirasi pada menit awal serta laju transpirasi meningkat pesat pada menit selanjutnya hal ini di pengaruhi bahwa ruangan terbuka pada keadaan saat itu semakin lama intensitas cahaya,angin suhu, serta kelembaban nya semakin tinggi yang membuat  adsorbsi air semakin meningkat.




F. KESIMPULAN DAN SARAN
1.    KESIMPULAN:
a.    laju transpirasi di pengaruhi oleh faktor cahaya, kelembaban, air, suhu, angin, keadaan stomata pada daun.
b.    Meskipun jenis tanaman yang digunakan sama, jumlah daun dan media yang digunakan sama tetapi pada saat melakukan pengujian hasil tetap berbeda
2.    SARAN:
Pada saat melakukan praktikum sebaiknya dilakukan secara lebih teliti lagi agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan meningkatkan kerjasama antara sesama anggota kelompok.












DAFTAR PUSTAKA

Abramerly. 2013. Laporan fistum mengukur laju transpirasi. (Online: abrarmely.blogspot.com/2013/06/laporan-fistum-mengukur-laju.html, diakses 15 Desember 2013).

Anonim. 2012. Laporan praktikum fisiologi tumbuhan. (Online: http://forester-untad.blogspot.com/2012/10/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan.html, diakses 15 Desember 2013).

Anonim. 2013. Laporan praktikum laju transpirasi pada tumbuhan. (Online: http://www.anakagronomy.com/2013/01/laporan-praktikum-laju-transpirasi-pada.html, diakses 15 Desember 2013).

Sutrisno, Risfi Pratiwi. 2013. Laporan anatomi fisiologi tumbuhan. (Online: http://risfipratiwisutrisno.blogspot.com/2013/06/laporan-anatomi-fisiologi-tumbuhan_19.html, diakses  15 Desember 2013).









H. LAMPIRAN